Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura utama di Indonesia. Organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang cabai adalah Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknosa. Bacillus mycoides dapat mengendalikan penyakit antraknosa. Limbah cair tahu dan air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif perbanyakan B. mycoides. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah media alternatif: NB/PDA, limbah cair tahu, air kelapa, dan limbah cair tahu + air kelapa. Faktor kedua adalah umur biakan: 24 jam dan 48 jam. Data dianalisis menggunakan Analisa ragam (Anova) dan apabila terdapat pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi perlakuan yang nyata antara perlakuan jenis media dengan umur biakan terhadap pertumbuhan Bacillus mycoides serta antagonismenya terhadap jamur Colletotrichum sp. Perlakuan B3A1 (media air kelapa dengan umur biakan 24 jam) menghasilkan jumlah koloni sebesar 1.53 × CFU/ml dan mengakibatkan daya hambat tertinggi terhadap Colletotrichum sp. sebesar 40.48%.
Copyrights © 2026