Penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum merupakan kendala utama dalam budidaya tomat karena dapat menurunkan pertumbuhan dan hasil secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi berbagai formulasi Trichoderma sp. dengan volume inokulasi berbeda dalam mengendalikan layu Fusarium pada tanaman tomat. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah jenis formulasi (air kelapa, ekstrak kentang gula, dan rendaman kedelai) dan faktor kedua Adalah volume inokulasi (15 ml dan 25 ml), serta kontrol. Parameter yang diamati meliputi kerapatan spora Trichoderma sp., masa inkubasi penyakit, intensitas serangan, dan tinggi tanaman. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa faktor formulasi dan volume inokulasi memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter, tetapi interaksi antara keduanya hanya ditemukan nyata pada parameter intensitas serangan di akhir pengamatan. Formulasi rendaman kedelai menghasilkan kerapatan spora tertinggi dan masa inkubasi penyakit terlama (15 hari). Kombinasi formulasi rendaman kedelai dengan volume inokulasi 25 ml merupakan perlakuan paling efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit. Sementara itu, pertumbuhan tinggi tanaman tomat terbaik dicapai pada penggunaan formulasi air kelapa dan volume inokulasi 25 ml. Formulasi Trichoderma sp. berbasis bahan organik lokal berpotensi dikembangkan sebagai biofungisida ramah lingkungan untuk pengendalian layu Fusarium.