Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelelangan ikan di Pangkalan Pendaratan Ikan Beba Tamasaju, Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif empiris, menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari wawancara dengan pengelola Pelelangan Ikan Beba Tamasaju, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil telaah pustaka Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelelangan ikan di PPI Beba Tamasaju tidak terlaksana secara maksimal, sumber daya manusia pengelola PPI yang belum memadai dalam pelaksanaan mekanisme lelang tidak sesuai peraturan perundang-undangan. Kendala dalam proses pelalangan karena nelayan enggan untuk melakukan pelelangan hasil tangkapannya melalui proses lelang di PPI Beba Tamasuju dengan alasan pihak pengelola cenderung melakukan proses pelelangan dengan harga murah sehingga nelayan lebih memilih menjualnya secara langsung kepedagang besar. This research aims to analyze the implementation of fish auctions at the Beba Tamasaju Fish Landing Base, North Galesong, Takalar Regency. This research uses a qualitative research type with an empirical normative approach, using primary data sources obtained from interviews with Beba Tamasaju Fish Auction managers, while secondary data is obtained from the results of a literature review. The results of the research show that the fish auction system at PPI Beba Tamasaju is not implemented optimally, the human resources of PPI managers are inadequate in implementing the auction mechanism and do not comply with statutory regulations. The obstacle in the auction process is that fishermen are reluctant to auction their catch through the auction process at PPI Beba Tamasuju on the grounds that the management tends to carry out the auction process at a low price so fishermen prefer to sell it directly to large traders.
Copyrights © 2025