Sebagai bagian dari Jabodetabek, Kabupaten Bogor mengalami urbanisasi yang memberikan tekanan ganda terhadap ketahanan pangan melalui ekspansi perkotaan yang menyebabkan alih fungsi lahan pertanian. Kondisi ini menyebabkan menurunnya jumlah tenaga kerja pertanian yang menjadi aktor kunci dalam keberlanjutan produksi pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan sawah dan jumlah petani terhadap produksi pangan di Kabupaten Bogor dalam kaitannya dengan fenomena urbanisasi yang masif di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif deduktif dengan menggunakan regresi spasial pada software Geoda. Data yang digunakan berupa data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor dengan variabel yaitu produksi padi, luas lahan sawah dan jumlah petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah dan jumlah petani berpengaruh signifikan terhadap produksi pertanian, dengan luas lahan sawah menjadi faktor yang paling dominan. Dari hasil regresi dihasilkan bahwa setiap peningkatan 1 hektare luasan lahan sawah akan meningkatkan produksi padi 12.3074 ton, dan setiap tambahan 1 orang petani akan meningkatan produksi sebesar 1.659 ton.
Copyrights © 2026