Perkembangan teknologi drone membuka peluang baru dalam pembelajaran geospasial yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman langsung. Namun, pemanfaatan teknologi ini membutuhkan pemahaman keterampilan operasional dan istilah teknis tertentu yang harus dikuasai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan drone dalam pembelajaran geospasial bagi generasi Alfa dan generasi Z. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 20 peserta, terdiri atas 10 anak generasi Alfa dan 10 anak generasi Z. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan pengenalan pengoperasian drone, pengambilan gambar udara, serta interpretasi data spasial. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, observasi psikomotorik, dan wawancara. Data yang diperoleh, kemudian akan dilakukan skoring untuk melihat kememampuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Alfa mampu menguasai keterampilan dasar seperti menyalakan, mengendalikan arah, dan mendaratkan drone, tetapi masih kesulitan memahami istilah teknis pengoperasian. Bagi peserta, pengoperasian dasar lebih familiar dengan istilah sederhana seperti naik, turun, kanan, kiri, menghidupkan, dan mematikan. Sementara itu, generasi Z lebih unggul dalam membaca informasi geospasial dan mengaitkannya dengan konsep geografi. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis drone meningkatkan motivasi belajar, keterampilan teknologi, serta literasi spasial siswa, meskipun penguasaan istilah teknis masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan kontekstual dan visual.
Copyrights © 2026