Penelitian ini berfokus pada analisis resiliensi masyarakat Desa Ketenger dalam menghadapi ancaman erupsi Gunung Slamet dengan menempatkan pengetahuan lokal sebagai kerangka utama kapasitas adaptif. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif, serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan validitas temuan. Studi ini mengungkapkan resiliensi komunitas terbentuk melalui interaksi lima parameter kapasitas adaptif, yaitu modal sosial, kepemimpinan komunitas, akses terhadap sumber daya, sistem komunikasi, dan pembelajaran kolektif. Pengetahuan lokal tidak hanya berfungsi sebagai nilai simbolik atau warisan budaya, tetapi berperan aktif dalam membentuk kesadaran risiko, pengambilan keputusan, dan respons kolektif masyarakat terhadap ancaman erupsi. Integrasi antara praktik sosial-budaya dan sistem formal kebencanaan menghasilkan pola resiliensi yang bersifat kontekstual, legitimatif, dan berkelanjutan. Temuan penelitian menegaskan bahwa penguatan kapasitas adaptif berbasis pengetahuan lokal merupakan strategi kunci dalam membangun resiliensi komunitas di wilayah rawan bencana gunungapi.
Copyrights © 2026