Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tata ruang eksisting serta menyusun strategi pengembangan tata ruang kebun stroberi di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, sebagai destinasi wisata edukasi berbasis hortikultura. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi ketidakteraturan jalur sirkulasi, belum jelasnya pembagian zona, serta belum terintegrasinya fungsi edukasi dalam kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain convergent parallel. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, kuesioner skala Likert, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tata ruang eksisting masih belum optimal ditinjau dari aspek sirkulasi, zonasi, dan pemanfaatan ruang. Temuan observasi, wawancara, dan analisis spasial memperlihatkan masih terjadinya tumpang tindih antara jalur wisatawan dan jalur operasional petani, serta belum adanya batas yang jelas pada area pembibitan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, disusun rekomendasi penataan ruang berbasis konsep keterbacaan ruang (spatial legibility) yang meliputi penguatan jalur sirkulasi, penegasan batas zona, pembagian kawasan berdasarkan fungsi, serta penyediaan fasilitas edukasi. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keteraturan ruang, kenyamanan pengunjung, dan mendukung pengembangan kawasan sebagai destinasi eduwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026