Fenomena social media fatigue pada mahasiswa semakin meningkat seiring dengan paparan informasi yang berlebihan dan tingginya intensitas interaksi digital. Kondisi ini diduga memengaruhi perilaku akademik serta kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara social media fatigue, prokrastinasi akademik, dan kesejahteraan psikologis. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh melalui penelusuran literatur pada Google Scholar dan berbagai jurnal ilmiah terbuka dengan rentang tahun 2019–2026, sehingga terpilih 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa social media fatigue berhubungan dengan penurunan kesejahteraan psikologis melalui peningkatan kelelahan emosional dan penurunan kemampuan regulasi diri. Selain itu, social media fatigue juga berkaitan dengan meningkatnya prokrastinasi akademik, yang pada akhirnya memperburuk kesejahteraan psikologis melalui peningkatan kecemasan dan rendahnya self-efficacy. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan yang kompleks antara ketiga variabel dalam membentuk mekanisme psikologis mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan media sosial serta penguatan regulasi diri untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Copyrights © 2026