Ekosistem hutan mangrove berperan penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon (blue carbon) dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Namun, konversi hutan mangrove pada wilayah pesisir kota terus mengalami peningkatan yang berpotensi meningkatkan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika dan neraca karbon ekosistem hutan mangrove di pesisir Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis spasial dengan teknik overlay, periode waktu 2012-2024. Data tutupan hutan Data aktivitas bersumber dari BPKH XXII Kendari, sedangkan Faktor emisi bersumber dari Forest Reference Emission Level (FREL) Nasional 2 Pulau Sulawesi. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas mangrove mengalami dinamika fluktuatif. Pada periode 2012-2018 luas mangrove menurun 38,14 ha (34,13%), sedangkan periode 2018-2024 meningkat 29,17 ha (39,62%). Namun, Selama periode 2012-2024 masih terjadi penurunan bersih 8,98 ha (8,03%). Konversi mangrove menjadi tanah terbuka, tambak, dan permukiman menghasilkan total emisi 9.281,15 tonCO₂eq, sedangkan rehabilitasi mangrove seluas 44,54 ha menghasilkan serapan 8.843,95 tonCO₂eq. Neraca karbon sebesar 437,19 tonCO₂eq menunjukkan bahwa hutan mangrove di pesisir Kota Kendari masih berada pada kondisi emisi bersih (net carbon source). Hal ini dapat disimpulkan bahwa diperlukan upaya perlindungan ekosistem hutan mangrove dan peningkatan program rehabilitasi secara berkelanjutan guna memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026