Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku hidup aman dan sehat yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Lingkungan sekolah dasar memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan apabila tidak diimbangi dengan pemahaman dan pembiasaan perilaku keselamatan. Permasalahan yang ditemukan di SD Negeri No. 49 Inpres Pasanggrahan meliputi rendahnya pengetahuan siswa tentang pengenalan bahaya, belum adanya program edukasi K3 yang terstruktur, serta minimnya media dan simulasi keselamatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri (PKMM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa dalam mengenali bahaya dan mencegah kecelakaan di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi penanganan kecelakaan sederhana, serta pemasangan media edukasi keselamatan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek, yaitu pengetahuan dari 30% menjadi 75%, sikap dari 30% menjadi 90%, dan tindakan dari 40% menjadi 80%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis visual, praktik, dan simulasi efektif dalam meningkatkan literasi dan budaya K3 pada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini berhasil membangun kesadaran dan perilaku aman secara komprehensif. Oleh karena itu, disarankan agar program K3 diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kegiatan pembelajaran dan didukung oleh penyediaan sarana keselamatan serta keterlibatan aktif guru dan orang tua guna membentuk budaya keselamatan jangka panjang.
Copyrights © 2026