Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu lama, sehingga tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan standar usianya. Gangguan ini umumnya terjadi selama periode emas 1000 hari pertama kehidupan, dipengaruhi oleh kurangnya asupan nutrisi, seringnya anak mengalami infeksi, dan pola pengasuhan yang belum memadai. Dampak stunting tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan secara terpadu melalui perbaikan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang berkualitas, serta peningkatan kebersihan lingkungan dan pengetahuan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi ibu balita mengenai pemberian MP-ASI bergizi seimbang berbasis bahan lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan meliputi koordinasi persiapan, pelaksanaan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, penyuluhan prinsip T-A-A-B (Tepat waktu, Adekuat, Aman, Benar), demonstrasi memasak menu MP-ASI padat gizi dari bahan ikan tongkol/bandeng lokal, post-test, serta pembagian hasil olahan makanan. Sasaran utama kegiatan adalah 10 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan serta kader Posyandu. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta; sebelum kegiatan sebanyak 60% ibu tidak mengetahui prinsip MP-ASI yang tepat, namun setelah intervensi edukasi, angka tersebut menurun drastis menjadi hanya 10%, dan sebanyak 70% ibu berhasil memahami seluruh prinsip MP-ASI dengan baik.
Copyrights © 2026