Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2024 menimbulkan kerusakan lingkungan, penurunan produktivitas lahan, serta gangguan terhadap penghidupan masyarakat. Kegiatan Pendampingan Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan (P4SDAL) dilaksanakan sebagai upaya rehabilitasi lahan pascabencana melalui pendekatan agroforestri berbasis partisipasi masyarakat. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program rehabilitasi lahan, strategi intervensi yang diterapkan, serta capaian kegiatan dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan sosial masyarakat terdampak di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan mixed-methods melalui survei lapangan, wawancara semi terstruktur, kuesioner, observasi, analisis deskriptif, dan metode skoring untuk menentukan lokasi prioritas intervensi. Program dilaksanakan melalui tahapan koordinasi lintas sektor, pembentukan kelompok masyarakat, penyusunan rencana intervensi, bimbingan teknis, penyerahan stimulan, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem agroforestri dengan kombinasi tanaman vetiver, bambu, alpukat, petai, dan nangka mampu mendukung stabilisasi lereng, meningkatkan kapasitas konservasi tanah dan air, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Pokmas Sadulur. Program juga berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi lahan dan membangun komitmen keberlanjutan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Copyrights © 2026