Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental peran guru dalam pembelajaran, dari sumber pengetahuan tunggal menjadi fasilitator, kurator konten, dan pembimbing yang humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran guru, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mendeskripsikan strategi adaptasi guru agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap dua orang guru di SMA Negeri Sembuluh serta didukung studi literatur dari berbagai sumber ilmiah terkini. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi peran guru bergerak pada dua sumbu utama: (1) sumbu fungsional, yakni pergeseran dari knowledge transmitter menjadi fasilitator, pembimbing, dan kurator pengetahuan digital; dan (2) sumbu moral, yaitu penguatan peran guru sebagai teladan yang tidak dapat direplikasi oleh teknologi atau kecerdasan buatan. Teknologi yang digunakan guru meliputi Canva, Quizizz, Google Drive, Google Form, serta TV interaktif dan smartphone. Tantangan yang dihadapi terdiri atas hambatan infrastruktur (ketidakstabilan jaringan dan pemadaman listrik) serta distraksi perilaku siswa akibat game online. Penelitian ini juga menemukan bahwa teknologi yang dikelola dengan baik dapat memperkuat hubungan guru-siswa. Kesimpulannya, transformasi peran guru di era digital menuntut integrasi kompetensi teknologi, kepekaan pedagogis, dan integritas moral secara sinergis. Implikasi penelitian ini merekomendasikan pengembangan pelatihan guru berbasis TPACK, kebijakan penggunaan gawai terstruktur, pemerataan infrastruktur digital, serta penguatan literasi digital dan pembinaan karakter guru.
Copyrights © 2026