Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai oleh kerusakan progresif pada kartilago artikular, disertai respons inflamasi pada membran sinovial serta perubahan struktur jaringan sendi. Kondisi ini berkontribusi terhadap timbulnya nyeri dan penurunan fungsi gerak sendi. Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber kandidat terapi alternatif terus dikembangkan untuk mendukung penatalaksanaan osteoartritis. Biji pinang (Areca catechu) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas farmakologis, termasuk efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol 25% biji pinang sebagai agen antiosteoartritis melalui pemberian secara oral pada model hewan uji. Osteoartritis diinduksi pada tikus jantan melalui injeksi monosodium iodoasetat (MIA) secara intraartikular pada sendi lutut. Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif yang diberikan Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi meloksikam dosis 2 mg/kgBB, serta tiga kelompok perlakuan yang menerima ekstrak dengan dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak mampu memperbaiki kondisi sendi, yang ditandai dengan penurunan diameter sendi lutut serta perbaikan respons inflamasi berdasarkan pengamatan histologis. Efek terapi paling optimal diperoleh pada dosis 300 mg/kgBB. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 25% biji pinang berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen terapi antiosteoartritis.
Copyrights © 2026