Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi proses internalisasi nilai ekoteologi, mengetahui peran aktor dalam budaya praktik gerakan ekoteologi, dan menganalisis faktor penghambat penguatan karakter peduli lingkungan di pondok pesantren Hidayatul Qur’an. Metode studi ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data didapatkan melalui wawancara mendalam dengan 25 informan sekaligus dikuatkan melalui pengamatan langsung dan analisis dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai ekoteologi dilakukan dengan mekanisme penguatan berdasarkan substansi nilai Islam. Peran aktor IBS menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, pengawasan, pemberian hukuman, dan refleksi. Selain itu, budaya praktik dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti kerja bakti, piket kebersihan, pengelolaan sampah, hemat air/listrik, larangan merusak lingkungan, penerapan gaya hidup sehat. Namun, lembaga IBS memiliki beberapa kendala dalam mengedukasi lingkungan, konsistensi peraturan, budaya kedisiplinan, optimalisasi pengawasan, dan keterbatasan infrastruktur. Oleh sebab itu, studi ini memiliki kontribusi dan berimplikasi pada penguatan kebijakan, peningkatan konsistensi disiplin, serta optimalisasi sarana dan prasarana agar praktik budaya lingkungan berkelanjutan dapat berjalan efektif dan sistematis.
Copyrights © 2025