Sebagian besar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk pengrajin jajan tarekli Ina Nau di Kelurahan Sadia, Kota Bima, menghadapi kendala rendahnya daya saing akibat kemasan yang belum higienis dan belum memiliki label merek. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas visual, meningkatkan higienitas, membangun citra merek, serta memperluas jangkauan pasar mitra. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi urgensi estetika kemasan dan digital marketing, diikuti pelatihan serta pendampingan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan transformasi kemasan lama menjadi standing pouch yang modern, higienis, dan representatif. Selain itu, mitra kini mandiri dalam mengelola serta membuat konten promosi yang persuasif di Instagram dan Facebook. Pendampingan ini berhasil meningkatkan daya tarik produk dan memperluas jaringan distribusi jajan tarekli dari skala lokal hingga regional.
Copyrights © 2026