Penelitian ini bertujuan untuk mengurai, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan secara komprehensif bentuk-bentuk variasi fonem konsonan (bunyi kontoid) dalam Bahasa Melayu Riau dialek Kampar (Bahasa Ocu) di sepuluh desa Kecamatan Kampar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif naturalistik dengan menerapkan analisis domain dan taksonomi model James Spradley. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik simak libat catat (SLC) dan teknik rekam terhadap penutur asli yang memenuhi kriteria informan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kekayaan fonologis berupa 20 pola variasi fonem konsonan yang tersebar secara asimetris. Fonem frikatif velar bersuara /gh/ yang menjadi identitas autentik Bahasa Ocu merupakan elemen paling labil dan produktif mengalami pergeseran dalam 11 pola variasi. Secara sosiolinguistik dan geografis, variasi tertinggi ditemukan di Desa Air Tiris (18 variasi) karena letaknya di perlintasan jalur transportasi utama dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Sebaliknya, variasi terendah ditemukan di Desa Rumbio (6 variasi) dan Penyasawan (7 variasi) yang berfungsi sebagai wilayah pertahanan linguistik (linguistic sanctuary) karena masih mempertahankan struktur adat secara kuat. Penelitian ini merekomendasikan adanya upaya konkret pertahanan bahasa (language maintenance) melalui jalur regulasi adat dan pengintegrasian ke dalam kurikulum muatan lokal sekolah dasar.
Copyrights © 2026