Pendidikan karakter menjadi isu penting dalam pendidikan kontemporer karena meningkatnya berbagai permasalahan moral serta kecenderungan pendidikan yang lebih berorientasi pada aspek kognitif dibandingkan pembentukan akhlak. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan karakter menurut Ibnu Sina serta relevansinya bagi pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap karya-karya Ibnu Sina dan berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter menurut Ibnu Sina berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh melalui integrasi aspek intelektual, moral, dan spiritual. Konsep budi pekerti yang dikemukakannya bertumpu pada empat nilai utama, yaitu hikmah (kebijaksanaan), syaja’ah (keberanian), iffah (pengendalian diri), dan ‘adalah (keadilan). Selain itu, metode pendidikan yang menekankan keteladanan, pembiasaan, pendekatan psikologis, serta penyesuaian dengan bakat dan minat peserta didik dinilai masih relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan rekonstruksi pendidikan karakter berbasis pemikiran Ibnu Sina sebagai model pendidikan Islam yang integratif, humanis, dan kontekstual dalam membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab secara sosial.
Copyrights © 2026