Penelitian ini mempelajari bagaimana membuat model dialog Kristen yang inklusif dalam konteks pluralisme agama di Indonesia dengan menggunakan pendekatan teologis dan analisis perbandingan agama. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, dengan melihat literatur tentang berbagai sumber teologi, jurnal ilmiah, dan kajian dialog antaraagama. Penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara kesetiaan kepada Kristus dan keterbukaan terhadap orang lain adalah cara yang dapat digunakan untuk membangun percakapan Kristen yang inklusif. Dialog dianggap sebagai ekspresi kasih, penghormatan, dan kesaksian gereja di tengah masyarakat yang heterogen, bukan perjanjian iman atau sinkretisme. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai universal seperti kasih, toleransi, keadilan, solidaritas, dan perdamaian dapat berguna untuk membangun relasi lintas agama tanpa menghilangkan identitas teologis masing-masing agama. Berdasarkan temuan ini, model dialog kristosentris, dialogis, humanis, dan kontekstual dibangun. Model ini berguna dalam pelayanan gereja dan pendidikan Kristiani karena dapat membangun kerukunan sosial, meningkatkan rasa saling menghargai, dan menunjukkan kasih Kristus dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai agama. Akibatnya, gereja dan institusi pendidikan Kristen harus mengadopsi pendekatan dialogis yang konstruktif untuk membantu mewujudkan kehidupan bersama yang damai, harmonis, dan berkeadaban di tengah keberagaman agama yang ada di Indonesia.
Copyrights © 2026