Pembangunan infrastruktur strategis seperti Jalan Tol Sibanceh memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Aceh. Namun, pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik lahan, permasalahan koordinasi antaraktor, serta keterlibatan masyarakat yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan collaborative governance pada proyek Jalan Tol Sibanceh dengan menggunakan model Hexa Helix yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, media, serta komunitas/LSM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan collaborative governance dalam proyek ini telah dilaksanakan, namun belum berjalan secara optimal, terutama dalam aspek partisipasi publik dan transparansi informasi. Pemerintah masih memegang peran dominan sebagai koordinator utama, sementara kontribusi aktor lain seperti media dan komunitas masih terbatas. Model Hexa Helix memberikan kerangka yang komprehensif dalam memahami dinamika kolaborasi multipemangku kepentingan, meskipun masih menghadapi hambatan struktural dan kultural. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunikasi lintas sektor, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi peran masing-masing pemangku kepentingan guna mewujudkan tata kelola pembangunan infrastruktur yang lebih inklusif dan efektif.
Copyrights © 2026