Pembelajaran IPA di SMPN 27 Makassar masih didominasi pendekatan konvensional dengan minimnya praktikum dan pemanfaatan teknologi, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi dan literasi sains peserta didik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru IPA dalam memanfaatkan laboratorium virtual PhET (Physics Education Technology) Interactive Simulations sebagai media pembelajaran di era digital. Metode yang digunakan adalah service learning melalui lima tahapan: investigasi, persiapan, aksi, refleksi, dan demonstrasi, dengan melibatkan 6 guru IPA sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen tes pilihan ganda (pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 95,00 menjadi 98,33 dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,92 (kategori tinggi). Sebanyak 83,3% peserta mencapai kategori N-Gain tinggi dan 16,7% kategori sedang. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek teknis penggunaan mode offline PhET (+18,8%) dan pemahaman prosedur penggunaan PhET (+25,0%). Pelatihan berbasis service learning terbukti efektif mengoptimalkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan laboratorium virtual ke dalam pembelajaran IPA yang lebih interaktif dan berbasis teknologi.
Copyrights © 2026