Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa kita ke Era 5.0, yang ditandai dengan integrasi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, internet of things, dan big data dalam kehidupan sehari-hari. Era ini menuntut transformasi pendidikan, yang direspons oleh pemerintah Indonesia melalui inisiasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada sekolah dan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta mengembangkan kemampuan siswa menghadapi tantangan global dengan pendekatan personal dan kontekstual. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran penting dalam pengembangan dan implementasi Kurikulum Merdeka, termasuk dalam membentuk karakter siswa berdasarkan nilai-nilai agama. Kurikulum yang merupakan elemen terpenting dan menjadi pedoman untuk mencapai tujuan pendidikan harus bertransformasi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kurikulum berbasis digital merupakan jawaban agar tujuan pendidikan yang lebih relevan dan adaptif dengan perkembangan zaman bisa tercapai. Penelitian ini akan menyajikan analisis tentang kurikulum berbasis digital dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Faza Adzkia Hutaraja dengan menggunakan metode Kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomonologi. Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana penerapan kurikulum berbasis digital yang berdampak pada penerima dan pelaksana kurikulum. Adapun hasil dari penelitian ini akan dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh kurikulum berbasis digital dalam implementasi Kurikulum Merdeka terhadap proses dan hasil pembelajaran.Selain itu, berbagai tantangan seperti kebutuhan pelatihan bagi guru, dan infrastruktur yang memadai tentu perlu mendapatkan perhatian serius. Penelitian ini diharapkan dapat memberikanpemahamanyanglebih komprehensif bagi para stakeholder, serta para praktisi pendidikanlain mengenai implementasi Kurikulum Merdeka agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026