Beban pendinginan berkontribusi pada 40 – 70 % konsumsi energi bangunan. Pertumbuhan penduduk urban dan meningkatnya penggunaan ac menjadi tantangan untuk rumah susun dalam melakukan penghematan energi dan menghadirkan kenyamanan termal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh modifikasi properti termal material dinding (konduktivitas termal, densitas, kalor jenis) dan infiltrasi udara terhadap indeks konsumsi energi serta kenyamanan termal (operative temperature) pada unit rumah susun hasil generalisasi survey skala besar. Metode simulasi dengan perangkat energyplus dilakukan pada model validasi baseline (IKE 53 kWh/m²/tahun tanpa AC, yang kemudian naik menjadi 158,80 kWh/m²/tahun dengan AC), untuk selanjutnya dilakukan optimasi pada properti material dan perubahan ACH dari 1,9 menjadi 1,0 dan 0,4. Hasil menunjukkan material isolasi tinggi (PIR, EPS) dan ACH rendah (0,4) dapat menghemat energi hingga mencapai 29,17%, meski amplitudo OT meningkat pada material dengan konduktivitas termal rendah. Di sisi lain, massa termal tinggi memberikan stabilitas suhu namun kurang efisien menghemat energi. Kombinasi isolasi dinding selubung kamar tidur dengan infiltrasi ketat menjadi strategi yang optimal dalam memberikan efisiensi energi dan kenyamanan sesuai standar ASHRAE 55 di rumah susun dengan AC yang terletak di iklim panas-lembap Jakarta.
Copyrights © 2026