Kota Ternate merupakan wilayah pesisir perkotaan yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti banjir rob, abrasi pantai, gelombang tinggi, dan banjir kiriman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi prioritas, menganalisis tingkat kerentanan perkotaan pesisir, serta menyusun strategi ketahanan berbasis zona prioritas intervensi. Metode penelitian menggunakan analisis Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan Multi Criteria Evaluation (MCE) dan metode Boolean untuk penentuan lokasi prioritas, serta analisis kualitatif berbasis indikator Urban Community Resilience Assessment (UCRA) pada tiga tingkatan: kota, komunitas, dan individu. Data dikumpulkan melalui survey instansi, observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 20 responden di masing-masing lokasi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Dufa-Dufa (Ternate Utara), Bastiong Talangame, Toboko, dan Fitu (Ternate Selatan), serta Gamalama dan Makassar Timur (Ternate Tengah) merupakan lokasi prioritas utama dengan kerentanan tinggi. Kerentanan tidak hanya dipengaruhi faktor fisik-spasial tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan kapasitas individu. Strategi ketahanan disusun melalui matriks program berbasis zona prioritas (tinggi-menengah-rendah) dengan fokus pada penataan permukiman, penguatan infrastruktur layanan dasar, revitalisasi komunitas, dan peningkatan kapasitas individu. Implementasi strategi memerlukan kolaborasi lintas OPD, keterlibatan komunitas, dan pendekatan yang berkelanjutan untuk mencapai perkotaan pesisir yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Copyrights © 2026