Penelitian eksperimental dilakukan untuk menguji mutu daun jambu air sebagai bahan baku obat tradisional, baik dalam kategori obat herbal terstandar maupun fitofarmaka, sesuai standar Farmakope Herbal Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi mutu ekstrak kental daun jambu air sebagai bahan baku obat herbal terstandar sesuai dengan persyaratan Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kandungan rutin di dalamnya berperan sebagai diuretik yang menghambat penyerapan kembali ion natrium di tubulus ginjal, memicu vasodilatasi untuk memperbaiki aliran darah, serta memberikan efek antioksidan guna meningkatkan perfusi glomerulus dalam penanganan hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian, bahan uji telah memenuhi kriteria mutu menurut Farmakope Herbal Indonesia yang mencakup aspek fisikokimia seperti rendemen, kadar air, abu, dan bobot jenis. Pengujian keamanan yang meliputi residu logam dan kontaminasi mikroba juga berada dalam batas normal. Hasil ini juga didukung oleh pemenuhan ambang batas aman untuk cemaran logam dan mikroba, konsistensi kadar flavonoid dan antioksidan, serta adanya aktivitas diuretik yang terukur secara ilmiah. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental daun jambu air memenuhi spesifikasi Farmakope Herbal Indonesia sebagai bahan baku obat herbal. Kandungan senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid di dalamnya berperan dalam mengatasi hipertensi, di mana aktivitas diuretik sebesar 93,33 persen berhasil ditunjukkan pada dosis 400 mg/kgBB tikus.
Copyrights © 2026