ABSTRACT Compassion fatigue is an emotional exhaustion that may occur in individuals who continuously provide care and support to family members in need. Although this phenomenon has been widely studied among professional healthcare workers, research on compassion fatigue among informal family caregivers, particularly those in the sandwich generation with multiple caregiving roles, remains limited in Indonesia. This study aims to explore the dynamics of compassion fatigue experienced by an individual who simultaneously acts as a single mother, the primary breadwinner, and a family caregiver. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation and semi-structured in-depth interviews with a woman who cares for an elderly parent while also raising financially dependent children. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that compassion fatigue in the sandwich generation emerges as a result of prolonged role accumulation without adequate social support. This condition leads to emotional exhaustion and reduced psychological well-being, as reflected in moderate to high levels of burnout and secondary traumatic stress based on the ProQOL-V assessment. Overall, the study shows that higher caregiving burden combined with low social support increases vulnerability to compassion fatigue. In conclusion, strengthening social support systems and developing appropriate psychological interventions are essential to reduce the risk of compassion fatigue among sandwich generation caregivers in the Indonesian family context. ABSTRAK Compassion fatigue merupakan kondisi kelelahan emosional yang dapat dialami oleh individu yang secara terus-menerus memberikan perawatan dan dukungan kepada anggota keluarga yang membutuhkan. Meskipun fenomena ini banyak dikaji pada tenaga kesehatan profesional, penelitian mengenai compassion fatigue pada family caregiver informal, khususnya yang berada dalam posisi sandwich generation dengan peran berlapis, masih relatif terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika compassion fatigue pada seorang individu yang secara simultan menjalankan peran sebagai single mother, pencari nafkah utama, dan caregiver keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap seorang perempuan yang merawat orang tua lansia sekaligus mengasuh anak-anak yang masih bergantung secara ekonomi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa compassion fatigue pada sandwich generation muncul akibat akumulasi beban peran jangka panjang yang tidak diimbangi dengan dukungan sosial yang memadai. Kondisi ini berdampak pada kelelahan emosional dan penurunan kesejahteraan psikologis individu, yang ditunjukkan melalui tingkat burnout dan secondary traumatic stress pada kategori sedang hingga tinggi berdasarkan hasil pengukuran ProQOL-V. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi beban peran dan semakin rendah dukungan sosial, semakin besar kerentanan individu terhadap compassion fatigue. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan perhatian serius terhadap penguatan dukungan sosial dan pengembangan intervensi psikologis untuk mengurangi risiko compassion fatigue pada sandwich generation, khususnya dalam konteks keluarga di Indonesia.
Copyrights © 2026