Pemboran bertujuan mencapai reservoir hidrokarbon, namun sering menghadapi masalah teknis seperti bit balling, terutama saat melewati formasi shale reaktif. Bit balling terjadi akibat interaksi buruk antara lumpur dan formasi, dipicu oleh sifat tanah liat seperti smectite yang menyerap air. Di Sumur ZM trayek 12¼", potensi bit balling cukup tinggi karena nilai CEC mencapai 20–22 meq/100g. Empat formulasi lumpur berbasis KCl dan HPWBM diuji melalui accretion, LSM, dan erosion. Hasil terbaik ditunjukkan oleh Mix 2, dengan LSM 2,10%, accretion 2,80%, dan erosion 14,65%, membuktikan kemampuannya dalam mencegah bit balling secara efektif.
Copyrights © 2026