Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi peserta didik kelas V SD GMIM VI Tomohon melalui penerapan model pembelajaran Explicit Instruction pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Studi ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengimplementasikan alur siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Secara operasional, rangkaian tindakan ini diselenggarakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mengalir melalui empat fase berkesinambungan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan aksi, pengamatan, serta aktivitas refleksi. Meskipun total subjek dalam riset ini berjumlah 20 peserta didik, pada saat implementasi tindakan dilakukan di kelas, tercatat hanya 18 siswa yang hadir dan aktif mengikuti proses pembelajaran. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi dan penilaian keterampilan membaca puisi yang mencakup aspek lafal, intonasi, tempo, ekspresi, dan percaya diri. Proses analisis data dalam penelitian ini bertumpu pada kalkulasi rata-rata capaian belajar serta tingkat ketuntasan belajar klasikal siswa, dengan merujuk pada standar KKTP yang berada di angka 75. Temuan pada tahap siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata capaian belajar siswa berada di angka 65. Sementara itu, tingkat ketuntasan klasikal yang diraih baru mencapai 55%, yang berarti hanya 10 dari total 18 peserta didik yang dinyatakan berhasil memenuhi standar kelulusan. Pasca-pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus II, nilai rerata capaian belajar siswa mengalami lonjakan hingga menyentuh angka 90. Sejalan dengan itu, persentase ketuntasan klasikal juga berhasil menembus 89%, di mana 16 dari total 18 peserta didik telah dinyatakan lulus kriteria. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Explicit Instruction efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca puisi peserta didik kelas V SD GMIM VI Tomohon.
Copyrights © 2026