Penelitian ini menganalisis representasi bencana ekologi kebakaran hutan Sumatra dalam wacana berita online menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) tiga dimensi Norman Fairclough. Data dikumpulkan dari tiga artikel berita pada media daring Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia yang diterbitkan pada periode 2023–2025 terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra. Analisis difokuskan pada tiga dimensi: teks (pilihan leksikal, metafora, konstruksi gramatikal), praktik wacana (intertekstualitas, sumber kutipan), dan praktik sosial (ideologi dan kepentingan di balik framing berita). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media cenderung mengonstruksi kebakaran hutan sebagai "bencana alam" dibandingkan sebagai akibat tindak manusia atau korporasi, mengaburkan agen penyebab kebakaran. Suara masyarakat adat dan petani kecil hampir absen dari pemberitaan, sementara narasi dominan berpihak pada kerangka pemerintahan dan teknis. Praktik wacana ini melayani kepentingan ekonomi-politik tertentu dengan menormalkan eksploitasi lahan dan memindahkan tanggung jawab dari pelaku industri ke faktor alam dan pelaku skala kecil.
Copyrights © 2026