Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Representasi Bencana Ekologi dalam Wacana Berita Online: Analisis Wacana Kritis terhadap Pemberitaan Kebakaran Hutan Sumatera Kaila Azzahra Yasmin; Stephanie Br Sipayung; Mutiara Angelica Hasian Sihite; Huraiyah Jiratullah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.310

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi bencana ekologi kebakaran hutan Sumatra dalam wacana berita online menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) tiga dimensi Norman Fairclough. Data dikumpulkan dari tiga artikel berita pada media daring Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia yang diterbitkan pada periode 2023–2025 terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra. Analisis difokuskan pada tiga dimensi: teks (pilihan leksikal, metafora, konstruksi gramatikal), praktik wacana (intertekstualitas, sumber kutipan), dan praktik sosial (ideologi dan kepentingan di balik framing berita). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media cenderung mengonstruksi kebakaran hutan sebagai "bencana alam" dibandingkan sebagai akibat tindak manusia atau korporasi, mengaburkan agen penyebab kebakaran. Suara masyarakat adat dan petani kecil hampir absen dari pemberitaan, sementara narasi dominan berpihak pada kerangka pemerintahan dan teknis. Praktik wacana ini melayani kepentingan ekonomi-politik tertentu dengan menormalkan eksploitasi lahan dan memindahkan tanggung jawab dari pelaku industri ke faktor alam dan pelaku skala kecil.
Interpretasi Makna Simbolis Dekke Simudur-Mudur dalam Perspektif Netizen: Studi Resepsi Budaya pada Media Sosial Mutiara Angelica Hasian Sihit; Kaila Azzahra Yasmin; Stephanie Br Sipayung; Huraiyah Jiratullah; Tri Indah Prasasti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interpretasi netizen terhadap makna simbolis dekke simudur-mudur dalam tradisi Batak Toba melalui media sosial. Di era digital, simbol-simbol budaya lokal kini menyebar dan dimaknai ulang oleh audiens yang beragam di ruang siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta perspektif studi resepsi. Data utama berupa komentar dan teks interpretasi netizen dikumpulkan dari platform media sosial (TikTok, Instagram, Twitter/X, dan Facebook), sementara data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola utama dalam resepsi netizen: (1) pemaknaan simbolis-filosofis yang memahami dekke sebagai simbol harmoni dan kebersamaan; (2) pemaknaan fungsional-kuliner yang lebih menonjolkan dimensi gastronomi; dan (3) pemaknaan kritis-reflektif yang mempertanyakan relevansi tradisi di era modern. Variasi pemaknaan ini mencerminkan kondisi fragmentasi budaya di ruang digital. Di samping itu, interpretasi netizen juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, khususnya cinta tanah air, menghargai prestasi leluhur, dan kepedulian sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian tradisi lisan, linguistik budaya, dan literasi digital.
Representasi Bencana Ekologi dalam Wacana Berita Online: Analisis Wacana Kritis terhadap Pemberitaan Kebakaran Hutan Sumatera Kaila Azzahra Yasmin; Stephanie Br Sipayung; Mutiara Angelica Hasian Sihite; Huraiyah Jiratullah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.310

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi bencana ekologi kebakaran hutan Sumatra dalam wacana berita online menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) tiga dimensi Norman Fairclough. Data dikumpulkan dari tiga artikel berita pada media daring Kompas.com, Tempo.co, dan CNN Indonesia yang diterbitkan pada periode 2023–2025 terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra. Analisis difokuskan pada tiga dimensi: teks (pilihan leksikal, metafora, konstruksi gramatikal), praktik wacana (intertekstualitas, sumber kutipan), dan praktik sosial (ideologi dan kepentingan di balik framing berita). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media cenderung mengonstruksi kebakaran hutan sebagai "bencana alam" dibandingkan sebagai akibat tindak manusia atau korporasi, mengaburkan agen penyebab kebakaran. Suara masyarakat adat dan petani kecil hampir absen dari pemberitaan, sementara narasi dominan berpihak pada kerangka pemerintahan dan teknis. Praktik wacana ini melayani kepentingan ekonomi-politik tertentu dengan menormalkan eksploitasi lahan dan memindahkan tanggung jawab dari pelaku industri ke faktor alam dan pelaku skala kecil.
Interpretasi Makna Simbolis Dekke Simudur-Mudur dalam Perspektif Netizen: Studi Resepsi Budaya pada Media Sosial Mutiara Angelica Hasian Sihit; Kaila Azzahra Yasmin; Stephanie Br Sipayung; Huraiyah Jiratullah; Tri Indah Prasasti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interpretasi netizen terhadap makna simbolis dekke simudur-mudur dalam tradisi Batak Toba melalui media sosial. Di era digital, simbol-simbol budaya lokal kini menyebar dan dimaknai ulang oleh audiens yang beragam di ruang siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta perspektif studi resepsi. Data utama berupa komentar dan teks interpretasi netizen dikumpulkan dari platform media sosial (TikTok, Instagram, Twitter/X, dan Facebook), sementara data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola utama dalam resepsi netizen: (1) pemaknaan simbolis-filosofis yang memahami dekke sebagai simbol harmoni dan kebersamaan; (2) pemaknaan fungsional-kuliner yang lebih menonjolkan dimensi gastronomi; dan (3) pemaknaan kritis-reflektif yang mempertanyakan relevansi tradisi di era modern. Variasi pemaknaan ini mencerminkan kondisi fragmentasi budaya di ruang digital. Di samping itu, interpretasi netizen juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, khususnya cinta tanah air, menghargai prestasi leluhur, dan kepedulian sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian tradisi lisan, linguistik budaya, dan literasi digital.