Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk agensi hewan dan makna ekologis dalam novel Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang karya Luis Sepúlveda. Penelitian menggunakan pendekatan ekokritik yang diperkaya perspektif animal studies dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama ialah novel edisi Marjin Kiri tahun 2023, sedangkan data penelitian berupa 40 satuan naratif yang menunjukkan tindakan, keputusan, relasi sosial, ekspresi emosi, dan respons tokoh hewan terhadap kerusakan lingkungan. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif, pencatatan, pengodean, dan klasifikasi, kemudian dianalisis secara interpretatif melalui kategori agensi moral, sosial, emosional, dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agensi ekologis merupakan kategori paling menonjol dengan 15 data, disusul agensi sosial 11 data, agensi moral 7 data, dan agensi emosional 7 data. Temuan ini memperlihatkan bahwa tokoh hewan dalam novel tidak hanya menjadi simbol atau pelengkap cerita, tetapi menjadi penggerak narasi yang mampu memegang janji, membangun solidaritas lintas spesies, menunjukkan empati, dan mengkritik pencemaran laut serta eksploitasi hewan oleh manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Sepúlveda membangun etika ekologis yang menolak superioritas manusia dan menempatkan hewan sebagai subjek etis dalam jejaring kehidupan. Kontribusi penelitian terletak pada penguatan kajian ekokritik Indonesia melalui pembacaan animal agency dan kritik antroposentris dalam sastra anak ekologis.
Copyrights © 2026