Jagung ketan merupakan komoditas pangan dengan kandungan amilopektin tinggi, namun produktivitasnya masih rendah karena gangguan gulma yang dapat menurunkan hasil hingga 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida Nikosulfuron dan Atrazin dalam mengendalikan gulma serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ketan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025 di lahan tegalan di Desa Sejomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh per-lakuan dan empat ulangan. Perlakuannya meliputi Wy (Weedy) petak bergulma, Wf (Weed free), N25 (Nikosulfuron 25 g b.a ha-1 post emergence), N50 (Nikosulfuron 50 g b.a ha-1 post-emergence), A (Atrazin 1000 g ha-1 pre-emergence, A+N25 (Atrazin 1000 g ha-1 pre-emergence + Nikosulfuron 25 g b.a ha-1 post-emergence), A+N50 (Atrazin 1000 g ha-1 pre emergence + Nikosulfuron 50 g b.a ha-1 post emergence). Parameter yang diamati me-liputi komponen gulma seperti analisis vegetasi, bobot kering gulma, Weed Control Efficiency dan skor fitotoksisitas, komponen pertumbuhan dan hasil. Berdasarkan pe-nelitian perlakuan A+N25 memberikan hasil terbaik dalam menekan gulma, meningkat-kan pertumbuhan tanaman, dan menghasil-kan produktivitas tertinggi se-besar 12,46 t ha?¹ dengan nilai R/C rasio 1,495.
Copyrights © 2026