Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disparitas implementasi kebijakan pendidikan antara madrasah dan sekolah umum, khususnya dalam distribusi bantuan teknologi dan beasiswa di Kabupaten Tabalong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan distribusi bantuan yang dipengaruhi oleh dualisme kelembagaan pendidikan, perbedaan sistem pendataan, serta kebijakan anggaran yang tidak terintegrasi. Disparitas ini berdampak pada ketimpangan akses terhadap teknologi pembelajaran dan kesempatan pendidikan bagi peserta didik madrasah. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kebijakan lintas kementerian sebagai solusi strategis dalam mewujudkan keadilan Pendidikan.
Copyrights © 2026