Tulisan ini mencoba menghubungkan dua hal yang jarang dibahas bersama: penelitian tentang peternakan itik Alabio sebagai sumber penghidupan masyarakat Banjar, dan hadis Nabi yang menjelaskan bahwa banyak nabi pernah menjadi penggembala kambing. Berangkat dari data ilmiah yang menunjukkan bahwa beternak itik Alabio menjadi mata pencaharian utama masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan kontribusi mencapai 46,81% per tahun, artikel ini ingin menunjukkan bahwa kegiatan beternak sebenarnya bukan hanya soal mencari uang. Melalui kajian pustaka dan analisis isi, ditemukan bahwa tradisi bainguwan dalam masyarakat Banjar juga mengajarkan banyak nilai kehidupan, seperti kesabaran, tanggung jawab, ketekunan, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini sejalan dengan hikmah di balik profesi menggembala yang pernah dijalani para nabi sebagai proses pembentukan karakter dan kedewasaan. Dengan menggabungkan sudut pandang ilmiah dan spiritual, artikel ini memberikan pemahaman bahwa bekerja dan mencari nafkah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membentuk akhlak dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Copyrights © 2026