Bencana banjir bandang yang melanda Wilayah Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang menimbulkan berbagaidampak kesehatan yang kompleks, mencakup peningkatan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),penyakit kulit, hipertensi tidak terkontrol, gangguan kesehatan mental, serta penurunan keberlanjutanpemberian ASI pada ibu menyusui. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan dan kesadaran masyarakat terdampak banjir dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehatmelalui pendekatan promosi kesehatan yang edukatif, preventif, dan partisipatif. Inovasi kegiatan ini terletakpada model kolaborasi tripartit antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah, tenagakesehatan, dan BAZNAS Kota Padang, yang memadukan layanan pemeriksaan kesehatan dengan edukasikesehatan secara terintegrasi. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama: perencanaan berbasis analisiskebutuhan lapangan, pelaksanaan edukasi interpersonal kepada individu dan kelompok kecil, serta evaluasikualitatif melalui observasi partisipasi dan pertanyaan lisan. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Desember 2025dengan melibatkan 44 peserta dari berbagai kelompok usia, termasuk kelompok rentan seperti lansia, anakanak, dan ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dan antusiasme tinggi dari masyarakat,yang tercermin dari partisipasi aktif dalam diskusi, pertanyaan yang diajukan, serta peningkatan pemahamanterhadap pencegahan penyakit pascabencana. Kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi kesehatankomunitas yang dapat direplikasi pada situasi pascabencana serupa melalui sinergi berkelanjutan antarainstitusi akademik, lembaga sosial, dan masyarakat.Kata Kunci: promosi kesehatan, pascabencana banjir, kolaborasi mahasiswa kedokteran, BAZNAS, ISPA,hipertensi, kesehatan mental, ASI
Copyrights © 2026