Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk dukungan yang diberikan anggota keluarga dalam mengatasi keterlambatan komunikasi (delay) pada anak Down Syndrome serta kondisi yang membuat anak merasa nyaman dan aman dalam berkomunikasi. Pendekatan kualitatif dengan desaun studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dan anlisis dokumentasi terhadap enam keluarga yang memiliki anak Down Syndrome berusia 4 hingga 9 tahun di PIK POTADS Lampung. Hasil penelitian menemukan lima dimensi dukungan keluarga, yaitu dukungan emosional, informasional, instrumental, penilaian dan sosial. Dukungan emosional dan informasional diberikan oleh seluruh informan (100%), menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan yang penuh kasih saying sekaligus aktif mencari pengetahuan merupakan fondasi utama yang diterapkan seluruh keluarga. Penelitian juga mengodentifikasi empat kondisi yang membuat anak merasa nyaman berkomunikasi, yaitu suasana rumah yang tenang, interaksi tatap muka dengan ibu, rutinitas harian terstruktur dan penggunaan media visual. Temuan ini memberikan panduan praktisi bagi keluarga dan komunitas dalam mendampingi anak Down Syndrome secara lebih efektif dan suportif.
Copyrights © 2026