Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Kahoot sebagai media evaluasi pembelajaran pada mata kuliah Media Pembelajaran. Di tengah masifnya digitalisasi pendidikan tinggi, penelitian ini mengisi kesenjangan (research gap) dengan membedah persepsi mahasiswa calon guru yang memposisikan diri secara ganda: sebagai objek evaluasi sekaligus pengamat pedagogis. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitis, data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Technology Acceptance Model (TAM) kepada 40 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan persepsi sangat positif pada aspek motivasi dan kompetisi (Behavioral Intention) sebesar 92.0% serta kemudahan operasional (Perceived Ease of Use) sebesar 88.0%. Fitur instant feedback efektif meningkatkan pemahaman kognitif (82.0%) dan mereduksi kecemasan ujian. Namun, kendala teknis akibat latensi jaringan berada pada kategori moderat (64.0%). Dapat disimpulkan bahwa Kahoot sangat direkomendasikan sebagai instrumen asesmen formatif, namun tidak disarankan untuk asesmen sumatif penentu nilai akhir di tengah ketimpangan infrastruktur digital.
Copyrights © 2026