Penelitian pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan global berupa konflik berbasis identitas, intoleransi, radikalisme, dan eksklusivisme keagamaan yang berpotensi mengganggu harmoni sosial masyarakat multikultural di Indonesia. Dalam konteks tersebut, penguatan moderasi beragama menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, dan membangun kehidupan masyarakat yang inklusif. Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng, Bali, dipilih sebagai lokasi pengabdian karena merupakan desa Muslim yang hidup harmonis di tengah dominasi budaya Hindu Bali serta memiliki tradisi toleransi dan akulturasi budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan pendidikan Islam moderat melalui pendekatan dakwah kultural dan pemberdayaan ekonomi kopi organik sebagai model integratif moderasi beragama berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif berbasis Community-Based Participatory Research (CBPR). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan keterlibatan langsung mahasiswa pascasarjana dalam aktivitas sosial-keagamaan dan ekonomi masyarakat. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, pemerintah desa, kelompok tani kopi organik, dan masyarakat Desa Pegayaman. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validasi data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama di Desa Pegayaman telah terinternalisasi secara kuat dalam kehidupan masyarakat melalui pendekatan dakwah kultural yang adaptif, humanis, dan kontekstual. Nilai-nilai Islam moderat diwujudkan dalam praktik akulturasi budaya seperti penggunaan nama Bali-Islam, bahasa Bali alus dalam komunikasi sehari-hari, tradisi ngejot lintas agama, serta arsitektur masjid bernuansa budaya Bali. Konsep menyama braya menjadi landasan sosial yang memperkuat solidaritas, toleransi, dan kohesi sosial antarumat beragama. Selain itu, pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan kopi organik bersertifikat internasional terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat interaksi sosial lintas agama melalui kerja sama produksi, pengolahan, dan pemasaran kopi. Mahasiswa pascasarjana juga berperan penting sebagai agen perubahan melalui digitalisasi pemasaran kopi, penguatan literasi moderasi beragama, pelatihan manajemen usaha, serta pengembangan pendidikan sosial-keagamaan berbasis nilai moderasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara dakwah kultural, kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa mampu membentuk model moderasi beragama yang efektif, kontekstual, dan berkelanjutan. Model ini tidak hanya memperkuat harmoni sosial, tetapi juga dapat direplikasi di wilayah multikultural lain di Indonesia sebagai strategi penguatan pendidikan Islam moderat dan pembangunan masyarakat yang damai, inklusif, serta sejahtera.
Copyrights © 2026