Thalasemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak negara berkembang. Prevalensi penyakit ini dilaporkan paling tinggi di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan kawasan Mediterania. Rendahnya kesadaran keluarga mengenai risiko genetik thalasemia dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan skrining, sehingga diperlukan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat. Skrining thalasemia pada baduta merupakan langkah strategis dalam menurunkan beban penyakit, meningkatkan kualitas hidup anak, serta mendukung kebijakan nasional dalam pencegahan kelahiran kasus baru thalasemia mayor di Indonesia. Penyuluhan dilaksanakan bersama mahasiswa FK Unair yang sedang menjalani kepaniteraan di Puskesmas Jemursari Surabaya dilakukan tanggal 3 maret 2026 di posyandu Keluarga Mawar III, jam 09.00 hingga jam 12.00 . Metode Penyuluhan dengan penyampaian materi lewat leaflet, lembar kuesioner dan alat pemeriksaan Hb, video edukasi thalassemia. Dikarenakan sulitnya berkumpulnya orang tua balita maka penyuluhan dan mengambil data kuisioner pre post test dilakukan person to person. Total responden yang kami dapatkan berjumlah 15 orang. Setelah melakukan hasil analisis statistik,chi-square kami mendapatkan peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan poin penambahan berjumlah 12.471 (P < 0.000).
Copyrights © 2026