Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang ditandai dengan adanya deviasi lateral lebih dari 10° pada bidang koronal dan sering terjadi pada anak usia sekolah. Kurangnya pengetahuan mengenai postur tubuh yang benar serta minimnya deteksi dini menjadi faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko skoliosis pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai skoliosis melalui edukasi dan penyuluhan kesehatan di SDN Jodipan, Kota Malang. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test menggunakan kuesioner sederhana kepada 30 siswa untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah penyuluhan. Materi yang diberikan meliputi definisi skoliosis, tanda dan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta latihan fisioterapi sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh aspek yang diukur, dimana pemahaman siswa meningkat dari kisaran 0–10% pada pre-test menjadi 100% pada post-test. Selain itu, siswa juga mulai memahami pentingnya menjaga postur tubuh, penggunaan tas yang benar, serta penerapan latihan sebagai upaya preventif. Kesimpulannya, edukasi dan penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai skoliosis serta dapat menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan sejak dini. Diharapkan siswa mampu menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kesehatan tulang belakang dan mencegah terjadinya skoliosis.
Copyrights © 2026