Menstruasi merupakan bagian dari kesehatan reproduksi yang perlu dipahami dan dipantau secara benar oleh remaja dan perempuan usia reproduktif. Mahasiswi kebidanan sebagai calon bidan tidak hanya dituntut memahami konsep menstruasi secara teoritis, tetapi juga perlu memiliki kesadaran untuk mengenali kondisi kesehatannya sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining gangguan siklus menstruasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan mahasiswi terhadap kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Malahayati Bandar Lampung pada tanggal 16 sampai dengan 22 April 2026 dengan sasaran 120 mahasiswi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Metode yang digunakan meliputi skrining menggunakan kuesioner siklus menstruasi berbasis FIGO, identifikasi keluhan menstruasi, serta penyuluhan kesehatan reproduksi terkait menstruasi. Hasil skrining menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi belum terbiasa mencatat siklus menstruasi secara rutin. Sebanyak 15% peserta mengalami siklus menstruasi tidak teratur dan 35% mengalami gangguan menstruasi ringan yang belum mengganggu aktivitas sehari-hari. Setelah skrining, peserta memperoleh penyuluhan mengenai pentingnya pemantauan siklus menstruasi, tanda yang perlu diwaspadai, dan upaya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining sederhana disertai edukasi dapat meningkatkan awareness mahasiswi terhadap kesehatan reproduksi sehingga diharapkan menjadi langkah awal pembentukan perilaku pemantauan menstruasi yang lebih baik.Kata kunci : skrining, siklus menstruasi, kesehatan reproduksi, mahasiswi kebidanan
Copyrights © 2026