Masalah gizi pada anak usia dini masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama stunting yang dapat menurunkan kualitas kesehatan, perkembangan kognitif, serta produktivitas di masa depan. Data UNICEF (2021) menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan prevalensi stunting tertinggi di dunia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Pekon Dadimulyo yang masih menghadapi keterbatasan pengetahuan gizi dan sanitasi. Program edukasi gizi seimbang ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola makan sehat, praktik pemberian makan anak, serta pemanfaatan pangan lokal untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, praktik pemberian makan bayi dan anak, simulasi penyusunan menu sederhana, serta pengenalan produk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal berupa Natetel (Naget Tempe Wortel). Program ini diikuti oleh 55 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, kader posyandu, dan perangkat pekon. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami gizi seimbang serta keberanian mencoba inovasi pangan lokal. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan edukasi berbasis partisipasi yang dipadukan dengan inovasi produk lokal efektif meningkatkan kesadaran gizi masyarakat. Disarankan program serupa dilaksanakan secara berkesinambungan dengan dukungan posyandu agar praktik gizi seimbang dapat diterapkan secara konsisten di tingkat rumah tangga untuk mencegah stunting. Kata Kunci: gizi seimbang, stunting, pangan lokal
Copyrights © 2026