CV Penenun Awai Eras merupakan salah satu industri menengah yang memproduksi kain tenun, taflak tenun, syal tenun, scraf (dasi) tenun menggunakan alat tenun bukan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuaitas produksi kain tenun Tanimbar sebelum dan sesudah di implementasikan di six sigma. Pada penelitian ini untuk mencari pengendalian kualitas dilakukan dengan menggunakan metode six sigma dengan tahapan DMAIC untuk mengetahui karakteristik cacat produk. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah produksi kain tenun dalam sebulan sebanyak 35 helai kain tenun dengan jumlah kain tenun yang mengalami kecacatan sebanyak 8 helai kain tenun. Untuk proses produksi kain tenun CV Penenun awai eras berusaha untuk meningkatkan kualitas dengan menekan angka produk cacat. Dalam proses produksi diketahui bahwa empat penyebab produk cacat tertinggi adalah kerapatan tenun rendah sebesar 29%, warna mudah luntur sebesar 26%, benang mudah putus sebesar 24% dan motif tidak rapi sebesar 21%. Nilai sigma 2,28 menunjukan bahwa proses kain tenun sebelum implementasi memiliki tingkat kecacatan yang besar, peningkatan nilai sigma menjadi 2,40 menunjukan bahwa proses produksi kain tenun Tanimbar telah mengalami perbaikan peningkatan kualitas proses produksi sebesar 5,26% menunjukan bahwa proses produksi menjadi lebih stabail dan memiliki variasi kecacatan yang lebih rendah.
Copyrights © 2025