Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antara orangtua dan anak dalam fenomena konsumsi Robux pada platform Roblox. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 orangtua dan 6 siswa Madrasah Ibtidaiyah Al-Ishlah, Bekasi, serta dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roblox tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan identitas sosial anak melalui penggunaan avatar dan item digital. Anak memaknai Robux sebagai simbol status, penerimaan sosial, dan ekspresi diri, sementara orangtua cenderung melihatnya dalam kerangka rasionalitas ekonomi. Perbedaan makna ini memunculkan proses negosiasi dalam keluarga yang bersifat dinamis, di mana anak berperan aktif dalam menyampaikan dan mempertahankan keinginannya. Pola mediasi yang dominan adalah pembatasan (restrictive mediation), namun belum sepenuhnya menghasilkan internalisasi nilai pada anak. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan literasi digital antara orangtua dan anak yang mempengaruhi efektivitas komunikasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi yang lebih dialogis dan peningkatan literasi digital dalam mendampingi anak di era ekonomi digital.
Copyrights © 2026