Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Pengenalan Teknologi Komunikasi AI bagi Pengajar PAUD BKB Melati RW 07 Sunter Agung Radyta A. Burhanuddin; Dani Siswardhani Wahjono; Laili Fithriyah; Suparyadi Suparyadi; Eka Megawati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 7 No 1: JANUARI 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/ps3rgj90

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam antusiasme serta respons masyarakat, khususnya di lingkungan perkotaan seperti Jakarta, terhadap pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) dalam konteks interaksi sosial dan komunikasi. Dengan menggunakan perspektif Ilmu Komunikasi, PkM ini mengidentifikasi bagaimana teknologi AI, sebagai bagian dari perkembangan teknologi komunikasi, diterima, diinternalisasi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Inovasi dapat menuntun pada kebutuhan dan juga sebaliknya. Beberapa agen perubahan menciptakan kebutuhan diantara klien-klien mereka dengan menunjukan keberadaan gagasan-gagasan baru yang diinginkan. Pengetahuan keberadaan inovasi ini dapat menciptakan motivasi untuk pengambilannya. Jenis-Jenis pengetahuan mengenai Inovasi, inovasi terdiri dari jenis-jenis pengetahuan yang berbeda.
Pola Komunikasi Orangtua dan Anak dalam Fenomena Konsumsi Robux pada Platform Roblox Dani Siswardhani Wahjono; May Rizdiana Santi; Audry Aurellia Andhara; Maria Audrey; Nafeeza Erza As Shifa
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v7i1.12534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antara orangtua dan anak dalam fenomena konsumsi Robux pada platform Roblox. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 orangtua dan 6 siswa Madrasah Ibtidaiyah Al-Ishlah, Bekasi, serta dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roblox tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan identitas sosial anak melalui penggunaan avatar dan item digital. Anak memaknai Robux sebagai simbol status, penerimaan sosial, dan ekspresi diri, sementara orangtua cenderung melihatnya dalam kerangka rasionalitas ekonomi. Perbedaan makna ini memunculkan proses negosiasi dalam keluarga yang bersifat dinamis, di mana anak berperan aktif dalam menyampaikan dan mempertahankan keinginannya. Pola mediasi yang dominan adalah pembatasan (restrictive mediation), namun belum sepenuhnya menghasilkan internalisasi nilai pada anak. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan literasi digital antara orangtua dan anak yang mempengaruhi efektivitas komunikasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi yang lebih dialogis dan peningkatan literasi digital dalam mendampingi anak di era ekonomi digital.
Simbolisme Pengorbanan dan Martabat Manusia (Analisis Semiotika Karakter Kenes dalam Film Abadi Nan Jaya) Hardowardoyo; Dani Siswardhani Wahjono
Esensi Daruna : Jurnal Komunikasi Vol. 5 No.1 (2026)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v5i1.455

Abstract

Film Abadi Nan Jaya merepresentasikan transformasi genre horor Indonesia menjadi ruang refleksi sosial tentang martabat manusia dalam situasi apokaliptik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi makna denotatif, menganalisis konotasi simbol altruisme, serta mengungkap mitos humanisme yang dikonstruksi melalui adegan pengorbanan tokoh Kenes. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana kemanusiaan dipertahankan ketika naluri bertahan hidup berbenturan dengan tanggung jawab moral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam paradigma konstruktivisme dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Unit analisis difokuskan pada adegan pengorbanan Kenes di area persawahan sebagai puncak konflik moral. Data primer diperoleh melalui teknik repetitive viewing dan dokumentasi visual, sedangkan data sekunder berasal dari literatur semiotika dan humanisme. Analisis dilakukan melalui tiga tahap signifikasi: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual seperti luka gigitan zombi, pelukan rekonsiliatif, dan tindakan bunuh diri berfungsi sebagai tanda yang melampaui makna literal. Secara konotatif, adegan tersebut merepresentasikan keberanian etis, penerimaan sadar, dan altruisme. Pada tingkat mitos, film ini menaturalisasi ideologi humanisme berbasis kearifan lokal seperti nrimo dan ikhlas, yang menempatkan pengorbanan tanpa pamrih sebagai wujud tertinggi martabat manusia. Dehumanisasi dalam narasi tidak hanya hadir melalui wabah biologis, tetapi sebagai metafora atas ambisi kapitalistik dan egoisme absolut. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam survival horror Indonesia, kemanusiaan ditentukan oleh pilihan etis yang melampaui insting bertahan hidup, sehingga martabat manusia tetap dapat dipertahankan di tengah kehancuran sosial.
Commodification of Padel Sports as A Culture of Capitalism and Personal Branding on Instagram Rahmadiana Rahmadiana; Dani Siswardhani Wahjono
Feedback International Journal of Communication Vol. 2 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : PT Agung Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62569/fijc.v2i4.215

Abstract

The rapid expansion of digital platforms has transformed sport from a physical and recreational practice into a symbolic and economic resource within digital capitalism. In Indonesia, padel has emerged as a lifestyle sport closely associated with urban elites and Instagram-based self-presentation. This study examines how padel is commodified as a cultural practice and mobilized as a personal branding strategy through visual representations on Instagram. This research adopts a qualitative approach using digital visual content analysis. Data consist of Instagram posts related to padel activities uploaded by Indonesian influencers and public figures between April and July 2025. The analysis integrates Roland Barthes’ semiotic framework to examine denotative, connotative, and mythic meanings, alongside Mosco’s political economy of communication to contextualize these representations within the structural logic of digital capitalism. The findings reveal that padel is represented less as a competitive sport and more as a cultural commodity embedded in luxury consumption, aesthetic coherence, and emotional display. Visual elements such as premium venues, branded equipment, fashionable attire, and expressions of joy and confidence construct padel as a marker of prestige, modernity, and social distinction. Influencers strategically integrate padel into lifestyle narratives, transforming leisure activities into symbolic and economic capital within Instagram’s attention economy. These findings indicate that padel functions as a performative space where identity, emotion, and consumption intersect under platform capitalism. The commodification of padel reflects broader dynamics of cultural and emotional capitalism, in which emotions and authenticity are instrumentalized for visibility and engagement.