Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) memungkinkan pembuatan citra wajah sintetis yang sangat menyerupai wajah asli, sehingga menimbulkan tantangan terhadap keaslian informasi digital, privasi, dan keamanan identitas. Penelitian ini mengevaluasi kinerja empat arsitektur Convolutional Neural Network (CNN), yaitu VGG19, ResNet50, EfficientNetB0, dan MobileNetV2, dalam klasifikasi wajah asli dan wajah hasil generasi AI. Dataset yang digunakan adalah HFD-8000 yang terdiri atas 8.000 citra wajah dengan skenario klasifikasi biner. Tahapan penelitian meliputi prapemrosesan data, pembagian dataset, augmentasi, penanganan ketidakseimbangan kelas, serta pelatihan model menggunakan transfer learning. Evaluasi dilakukan menggunakan accuracy, precision, recall, F1-score, ROC-AUC, dan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ResNet50 dan VGG19 memperoleh performa terbaik dengan akurasi 99,50% dan macro F1-score 99,22%. EfficientNetB0 mencapai akurasi 97,83% dan F1-score 96,61%, sedangkan MobileNetV2 memperoleh akurasi 92,58% dan F1-score 86,40%. Secara keseluruhan, ResNet50 menjadi model paling optimal karena menunjukkan keseimbangan antara akurasi, stabilitas, efisiensi, dan keandalan dalam klasifikasi wajah asli dan sintetis.
Copyrights © 2026