Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pemberian pakan terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang dibandingkan adalah metode tebar dan metode titik tengah kolam. Penelitian dilakukan selama tujuh minggu pemeliharaan dengan parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, Feed Conversion Ratio (FCR), Survival Rate (SR), serta kualitas air (suhu, pH, salinitas, EC, dan TDS). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tebar menghasilkan pertumbuhan panjang dan bobot yang lebih stabil dengan nilai FCR berkisar 0,93–1,93. Metode titik tengah menunjukkan pertumbuhan yang lebih fluktuatif, dengan nilai FCR lebih rendah pada beberapa minggu awal (0,18–0,35), namun mengalami variasi yang cukup tinggi pada minggu tertentu. Kedua metode menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%. Parameter kualitas air pada kedua perlakuan berada dalam kisaran optimal dan relatif seragam, sehingga perbedaan performa produksi lebih dipengaruhi oleh strategi distribusi pakan dibandingkan faktor lingkungan. Secara umum, metode tebar lebih mendukung keseragaman pertumbuhan, sedangkan metode titik tengah berpotensi meningkatkan efisiensi pakan pada kondisi tertentu.
Copyrights © 2026