Dalam industri pangan, kualitas produk merupakan faktor kunci bagi keberhasilan dan keberlanjutan usaha.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengendalikan tingkat kecacatan produk tahu pada UMKM Tahu Kamboja menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dan pendekatan Six Sigma DMAIC. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerappan sistem pengendalian mutu pada sektor UMKM pangan yang sering terkendala oleh keterbatasan teknologi dan sistem. Selain itu juga menyoroti adanya fenomena kesenjangan antara stabilitas proses secara statistik dengan kapabilitas proses dalam memenuhi spesifikasi standar mutu yang sering terabaikan pada industri skala kecil. Analisis dilakukan menggunakan peta kendali p dan R, diagram Pareto, diagram fishbone, serta analisis kapabilitas proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi berada dalam kondisi terkendali secara statistik dengan tingkat kecacatan rata-rata sebesar 3,74%. Namun, cacat rasa, warna, dan tidak matang merupakan jenis kecacatan yang paling dominan. Nilai kapabilitas proses yang diperoleh (Cp = 0,38 dan Cpk = 0,36) menunjukkan bahwa proses belum mampu menghasilkan produk sesuai standar kualitas secara konsisten. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan berkelanjutan melalui pengendalian bahan baku, peningkatan keterampilan operator, dan penerapan standar proses untuk meningkatkan kualitas produk tahu.
Copyrights © 2026