Optimasi pola tanam di bawah iklim muson memerlukan informasi yang akurat tentang ketersediaan air tanah dan variabilitas spasialnya. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pola tanam dan menentukan waktu tanam optimal berdasarkan analisis keseimbangan air tanah dan distribusi spasialnya di Kabupaten Rambipuji, Kabupaten Jember, Indonesia. Keseimbangan air tanah bulanan dianalisis menggunakan metode Thornthwaite–Mather berdasarkan data klimatologi sepuluh tahun (2015–2024), termasuk curah hujan dan evapotranspirasi referensi, dikombinasikan dengan pengukuran kapasitas lapangan tanah pada kedalaman 0–20 cm di lima unit pemetaan lahan (LUM) yang dibedakan berdasarkan kemiringan, kelompok tanah, dan penggunaan lahan. Waktu tanam ditentukan menggunakan kriteria ilmiah di mana kelembaban tanah mencapai kapasitas lapang dan rasio curah hujan efektif terhadap evapotranspirasi tanaman (Peff/ETc) ≥ 0,75. Hasil menunjukkan pola muson yang jelas, dengan surplus air terjadi dari November hingga April dan defisit yang signifikan dari Mei hingga Oktober. Tekstur tanah secara signifikan mempengaruhi kapasitas penahanan air, menyebabkan variasi dalam durasi dan intensitas defisit air di antara LUM. Berdasarkan kondisi ini, LUM 1, 2, dan 5 direkomendasikan untuk penanaman pada Desember, sementara LUM 3 dan 4 lebih cocok untuk Januari. Pola tanam optimal terdiri dari budidaya padi pada musim tanam pertama diikuti oleh tanaman sekunder pada musim kedua dan ketiga, mencerminkan strategi penggunaan air yang adaptif di bawah kondisi curah hujan yang menurun. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi analisis keseimbangan tanah-air dengan karakteristik spasial tanah memberikan dasar yang andal untuk perencanaan kalender tanam yang presisi, mendukung pengelolaan pertanian berkelanjutan dan sistem pendukung keputusan di bidang pertanian dan rekayasa biosistem.
Copyrights © 2026