Sejak pandemi, banyak perusahaan di Jakarta telah menerapkan model kerja hybrid yang menggabungkan antara kerja jarak jauh dan juga di kantor. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana hal ini memengaruhi produktivitas pekerja, terutama jika dikaitkan dengan gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana produktivitas karyawan dipengaruhi oleh model kerja hybrid dan gaya kepemimpinan. Metodologi penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling, strategi pengambilan non-probability sampling. Respondennya adalah karyawan Jakarta yang telah bekerja minimal tiga bulan dengan struktur kerja campuran. Analisis regresi linier berganda dilakukan di SPSS setelah data dikumpulkan melalui survei online yang disebarluaskan melalui media sosial. Menurut penelitian ini, produktivitas karyawan dipengaruhi secara positif oleh model kerja hybrid (3,6%), gaya kepemimpinan (4%), dan keduanya secara bersamaan (5,4%). Namun, karakteristik yang tidak dicakup di penelitian tetap memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas karyawan
Copyrights © 2026